Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral! Ngewe Anal dan Tetek Montok Monica 3

Viral! Ngewe Anal dan Tetek Montok Monica 3

  Tradingan.com - Eh, ini anak belum tahu rasanya, sekali tahu rasanya jagi ketagihan nih, kataku dalam hati. Karena Ujang keluar duluan maka aku menindih tubuhnya sambil kuselipkan batang kemaluanku diantar pahanya dan kuminta dia untuk menjepitnya dengan kuat sampai akhirnya aku mencapai puncaknya dan kukeluarkan spermaku di atas perutnya sehingga perut Ujang penuh dengan leleran spermaku yang kemudian kuratakan ke arah dadanya sekali dan kulihat batang kemaluan Ujang sudah menegang lagi aku segera mengambil inisiatif untuk menghisapnya lagi dan kulumuri batang kemaluannya dengan air ludahku sampai cukup basah semuanya kemudian aku mengangkanginya dan jongkok di depannya serta mengarahkan batang kemaluannya ke arah lubang anusku.


Ketika batang kemaluan Ujang yang besar itu mulai memasuki lubangku, kurasakan sakit sekali karena batang kemaluan Ujang memang sangat besar dan panjang, senti demi senti kumasukkan perlahan-lahan sampai akhirnya amblas semuanya kutahan untuk beberapa saat sampai rasa sakit itu berangsur-angsur hilang dan kurasakan ada sesuatu benda kenyal yang mengganjal di dalam lubangku, aku naik-turunkan badanku dan kudengar rintihan dan lenguhan Ujang makin lama makin keras dan memburu dan kurasakan ada cairan hangat yang menyembur di dalam lubang anusku. Aku segera berlari ke kamar mandi yang ada di kamar itu dan kubersihkan diriku, kuguyur tubuhku dengan air hangat yang memancar dari shower, kubiarkan pintu kamar mandi terbuka sehingga aku bisa melihat Ujang masih menikmati sisa-sia kenikmatannya. Ketika dia menoleh ke arahku, kulambaikan tanganku untuk untuk memanggilnya agar bersama-sama mandi di bawah guyuran air shower ini.
Rupanya dia mengerti keinginanku, dia segera bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi dan ikut mengguyurkan dirinya di bawah shower, sambil saling menyabuni badan kami masing-masing terlebih-lebih menyabuni batang kemaluan lawan mainnya sampai tegang kembali. Akan tetapi tidak sampai terjadi ML di dalam kamar mandi itu, karena hari sudah malam, maka kami segera mengeringkan badan kami. Dan kulihat Ujang ingin segera berpakaian dan kembali ke kamarnya, akan tetapi aku mencegahnya, agar malam ini dia tidur di kamarku saja dan tidak usah berpakaian. Akhirnya kami berdua dalam keadaan telanjang bulat langsung nyungsep di bawah selimut yang tebal sambil berpelukan untuk saling memberi kehangatan di malam yang dingin itu dengan perasaan puas karena bisa saling memberi kenikmatan.
Ketika menjelang pagi kurasakan ada sesuatu yang hangat, kenyal dan bergerak-gerak menyentuh perutku, aku segera bangun dan kulihat Ujang masih terlelap di sampingku sambil tangannya melingkar di atas perutku dan kudengar dengkuran kecil keluar dari mulutnya, dan ternyata benda hangat itu adalah batang kemaluan Ujang yang sudah menegang kembali menjelang pagi ini. Segera kuraih batang kemaluan Ujang yang sudah tegang itu kukocok perlahan-lahan dan kulihat dia menikmati kocokan tanganku itu, dengan menggeliatkan tubuhnya sehingga tubuhnya terlentang sehingga batang kemaluannya yang tegang itu seperti tugu Monas yang sedang menjulang tinggi, segera kuhisap batang kemaluannya, mungkin karena keenakan sehingga dia akhirnya Ujang terbangun.
“Eh, Mas Adi, aduh enak lho Mas Adi, kalo digitukan,” kata Ujang polos.
“Kamu mau coba nggak ngisep batang kemaluanku.”
“Aduh, aku nggak bisa nih Mas Adi.”
“Ayo kamu coba dulu.”
Akhirnya aku mengambil posisi 69, sehingga batang kemaluan Ujang tepat didepan mulutku dan batang kemaluanku pun tepat di depan mulut Ujang, akan tetapi dia masih ragu-ragu, mula-mula batang kemaluanku dikocok-kocoknya dengan perlahan-lahan, kemudian diciumnya dan akhirnya kurasakan sesuatu yang hangat dan basah menyentuh batang kemaluanku, ternyata Ujang berusaha untuk menjilati batang kemaluanku. 



Kurasakan beberapa saat kemudian kurasakan jilatan itu berubah menjadi hisapan pada batang kemaluanku, sedangkan mulutku tetap menghisap batang kemaluannya tangan mulai bergerilya untuk merusaha mencari lubang anusnya yang masih terasa sempit sekali. Aku lumuri jariku dengan air liurku kemudian kumasukkan dalam anusnya setelah agak lancar maka mulai dua buah jariku masuk ke dalam anusnya sampai akhirnya tiga jariku bisa masuk ke dalam anusnya. Kucabut batang kemaluannya dari mulutku dan juga kucabut batang kemaluanku dari mulutnya, segera kutelentangkan dia, kuangkat kedua belah kakinya sehingga lubang anusnya mendongak ke atas. Lanjut baca!

Heboh! Ngentot Anal dan Tetek Montok Siska 2

Heboh! Ngentot Anal dan Tetek Montok Siska 2

  Biodataviral.com - Setelah aku menikmati makan siangku seorang diri, sampai aku merasa kenyang sekali, aku menuju ke ruang tamu, duduk di sofa panjang dan berusaha untuk mencari bahan bacaan untuk menghabiskan waktu, akan tetapi aku tidak menemukannya. Dengan demikian timbul keisenganku untuk melihat-lihat ruang-demi ruang yang ada di rumah ini. Aku mulai dari ruang yang berada paling depan sendiri, setelah pintu kubuka dan ternyata tidak terkunci, kulonggokan kepalaku ke dalamnya, ternyata ini adalah merupakan kamar tidur pribadi oomku, kamarnya lebih luas dan perabotannya lebih mewah dibandingkan dengan kamar yang aku tempati, kemudian ruang yang kedua adalah kamar yang aku tempati, sekarang aku menuju ke ruang ketiga yang lebih kecil lagi.


Di dalamnya ada sebuah tempat tidur dengan ukuran satu orang saja, sebuah meja dan sebuah lemari kecil. Semuanya dalam keadaan rapi, bersih dan kosong alias tidak ada yang menempatinya, kemudian aku melangkahkan kakiku menuju ruang selanjutnya setelah keluar dari rumah induk, ada satu ruangan yang terkunci dengan gembok di depannya dan aku memastikan bahwa itu adalah gudang barang-barang yang tidak terpakai, kemudian sebelahnya ada dapur, kamar mandi kecil dan sebelahnya ada WC kecil juga, kemudian ada jalan berbelok menuju satu lorong kecil yang tidak panjang dan di ujung lorong itu ada sebuah pintu dalam keadaan terbuka sedikit.

Aku menghampiri pintu itu dengan perlahan-lahan dan kulihat ke dalam, dan.. “Oh, My God!” ternyata ruangan ini adalah kamar Ujang, cukup sempit sekitar 2,5 X 3 meter saja, yang ada hanya sebuah tempat tidur kayu yang sederhana, sebuah meja kecil dan lemari kecil dan yang paling menarik perhatianku adalah di atas tempat tidur tergeletak tubuh kekar, padat berisi dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana dalam, dengan nafasnya yang teratur turun-naik. Ternyata Ujang kelelahan sehabis membereskan kebun dan memasak makan siang untukku, tapi ada satu bagian yang paling menarik perhatianku, yaitu jendolan yang cukup besar di selakangannya yang kadang-kadang bergerak seolah mengangguk-angguk. Tanganku sudah gatal sekali untuk menyentuh jendolan itu. Timbul peperangan dalam batinku untuk menyentuh jendolan itu saat Ujang sedang terlelap dalam tidurnya atau menunggu saat yang indah sampai nanti malam. Kalau nanti malam Ujang tidak mau dipegang bagaimana? Kan hilang kesempatan untuk merasakan jedolan si Ujang, kata hatiku yang lain.
Akhirnya, aku membatalkan untuk menyentuh jendolan Ujang, kututup kembali pintu kamarnya dan aku balik menuju kamarku sambil pikiranku terus tertuju pada jendolan itu, aku merusaha memejamkan mataku, tapi yang timbul justru bayangan jendolan milik Ujang yang menari-nari di pelupuk mataku, sampai akhirnya aku terlelap dengan sendirinya. 



Aku terbangun, kulihat jam yang ada di dinding, ternyata waktu sudah menunjukkan hampir pukul 18.00, cukup lama juga aku tertidur siang ini. Segera aku menuju ke kamar mandi dan kubersihkan diriku akan tetapi kali ini aku tidak lama-lama berendam dalam bathup, setelah selai semuanya aku segera keluar kamar dan kudengar suara TV di ruang tengah, ternyata si Ujang sedang nonton TV sambil duduk di lantai kayu.
“Hallo Jang.””Eh, Mas Adi, baru bangun tidur yaa?”
“Iya nih, capek sekali.”
“Mas Adi tidurnya nyenyak sekali sampai menjelang magrib baru bangun.”
“Hmm.”
“Ayo makan malamnya dimakan, Mas Adi!” lanjut Ujang.
“Ok, tapi kamu temani aku makan yaa,” kataku. Lanjut baca!

Heboh! Ngentot Anal dan Tetek Montok Siska 1

Heboh! Ngentot Anal dan Tetek Montok Siska 1

  Aopok.com - Dalam perjalanan dengan kereta api Turangga yang membawaku dari Surabaya menuju ke Bandung, dalam benakku berkecamuk dengan bermacam-macam pikiran yang belum tentu terjadi dan menjadi kenyataan, karena baru pertama kalinya aku pergi jauh seorang diri, tanpa seorang teman pun. Dan baru pertamakalinya aku akan mengunjungi rumah oomku (adik dari ibuku) setelah sekian lama aku tidak pernah berjumpa dengan beliau. Dalam masa liburan seperti saat ini apa yang harus kulakukan selain jalan-jalan untuk menyegarkan kembali pikiranku yang begitu suntuk ini. 



Setelah semalam aku tersiksa dengan pikiranku sendiri, akhirnya pagi itu kereta sudah sampai di stasiun Bandung dan aku harus meneruskan perjalananku dengan angkutan umum menuju ke puncak, karena aku memang tidak memberitahu oomku kalau aku akan berlibur di rumahnya, karena aku memang tidak ingin merepotkannya sehingga tidak ada jemputan untukku, disamping itu aku ingin memberi kejutan buat oomku.

Setelah melalu perjalanan hampir dua jam karena kendaraan yang aku tumpangi sering berhenti untuk mencari penumpang, maka akhirnya aku sampai juga ke villa oomku setelah hari menjelang siang. Aku masuki halaman villa oomku dengan harap-harap cemas, bagaimana seandainya oomku tidak ada di villanya melainkan sedang mengurus bisnisnya di Jakarta, dengan langkah pasti kutapaki jalan dengan batu kali di halaman rumahnya. Kuketuk pintunya dan tak lama kudengar langkah kaki mendekati pintu rumah kayu jati itu.
“Selamat siang, Oom,” sapaku.
“Eh, kamu Adi yaa?”
“Bener, Oom.”
“Udah gede yaa kamu, ganteng lagi,” kata oomku.
“Hmm,” gumanku sambil kepalaku membesar karena dapat pujian dari oomku.
“Ayo masuk!”
“Terima kasih, Oom.”
“Kamu dateng ke sini sama siapa?”
“Sendirian aja Oom.”
“Untung saja Oom belum berangkat ke Jakarta, karena nanti siang ada meeting dengan staff-nya Oom.”
Hampir saja kekwatiranku menjadi kenyataan, apa jadinya kalau oomku sudah berangkat ke Jakarta, aku kan bisa jadi orang gelandangan di sini.
“Nggak apa-apa khan kamu sendirian di sini?” kata oomku lagi.
“Biar nanti kamu ditemani si Ujang, pembantu sekalian merangkap tukang kebun yang mengurus villa ini, akan oom panggil dulu yaa si Ujang,” jelas oomku.
“Baiklah, Oom, tapi Adi nggak merepotkan Oom khan?” jawabku.
“Oh, tidak, santai saja, anggap villa ini seperti rumah kamu sendiri, kalau kamu perlu sesuatu tinggal suruh si Ujang untuk membantu kamu, oke?”
“Bentar yaa!”
“Jaang, Ujaang..” teriak oomku.
Tak lama kemudian datang seorang pemuda dengan postur tubuh kekar, padat berisi dengan kulit hitam seperti binaragawan yang terbentuk oleh alam dan wajahnya ganteng juga, taksirku dalam hati.
“Jang, ini Adi keponakan saya yang baru saja datang dari Surabaya, karena saya akan ke Jakarta selama beberapa hari, maka kamu temani Adi dan kamu bantu untuk memenuhi semua keperluan Adi yaa!” jelas oomku kepadanya.
“Baik, Gan,” jawab Ujang.



“Oke, Adi oom berangkat dulu yaa dan semoga kamu kerasan di sini yaa.”
“Baik Oom, selamat jalan dan hati-hati di jalan yaa!”
Lalu kamu bertiga keluar ke halaman untuk mengantar oomku menuju ke mobilnya yang sudah disiapkan di depan pintu. Ketika mobil mulai bergerak menuju ke arah jalan raya, kulambaikan tanganku untuk oomku dan oomku juga membalasnya dari dalam mobilnya, setelah mobil belok ke arah jalan menuju ke Jakarta hingga tidak tampak lagi dari pandangan mataku, maka aku segera masuk kembali ke ruang tamu diiringi oleh Ujang yang juga berjalan di belakangku. Setelah aku duduk di sofa panjang, Ujang berjalan menghampiriku dengan perasaan tidak menentu, aku berusaha untuk menahannya untuk tidak mulainya secepat itu. Sehingga kudengar suara Ujang yang mengejutkan aku.
“Den, mau minum apa?” katanya. Lanjut baca!

Kisah Ngewe Anus Mbak Titik Tetangga Seksi

Kisah Ngewe Anus Mbak Titik Tetangga Seksi

  Tradingan.com - Namaku Didi. Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan multinasional di kota B dan tinggal di daerah J sejak tahun 2026. Cerita yang akan saya tuturkan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang silam. Dulu saya tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks kecil milik sebuah instansi pemerintah dan dihuni oleh beberapa keluarga saja di dalam satu pagar. Tetangga yang paling dekat dengan kami adalah Om Yan dan Tante Titik yang mempunyai 2 orang anak laki-laki yang masih kecil-kecil, yang besar berumur 3 tahun dan yang kecil berumur 1 tahun.


Pada saat saya kelas 3 SMA, Om Yan secara kebetulan ditugaskan oleh kantornya untuk belajar ke Jepang (terakhir saya baru tahu kalau Om Yan bertugas selama 1 tahun lebih). Dan tinggallah Tante Titik dan 2 orang anaknya beserta 1 orang pembantunya. Keadaan tersebut membuat saya berhasrat untuk selalu bertandang ke rumahnya dengan alasan ingin bermain dengan kedua anaknya. Alasan tersebut cukup kuat karena orang tua saya dan Tante Titik tidak pernah curiga sama sekali. Seringkali saya juga memergoki Tante Titik sedang berganti pakaian di kamar dengan tidak menutup pintunya, atau mandi dengan tidak menutup pintunya.

Sampai pada suatu ketika, saat saya sedang bertandang ke rumahnya dan hanya Tante Titik yang ada di rumah. Kedua anaknya dan pembantunya di-hijrah-kan ke daerah KD, sebelah timur kota BT karena Tante Titik sering berpergian. Dan kebetulan juga orang tua saya saat itu sedang ditugaskan ke luar daerah. Dengan ikutnya ibu dan kakak saya, yang berarti saya juga hanya tinggal sendiri di rumah.

Sekedar gambaran, Tante Titik itu mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara berkala), dengan didukung oleh buah dada yang besar dan bulat (belakangan saya baru tahu bahwa Tante Titik memakai Bra ukuran 36B untuk menutupinya). Dengan wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Titik menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.

Hingga pada suatu sore, saat saya mendengar ada suara langkah kaki di luar, kemudian saya intip dari jendela dan ternyata Tante Titik baru pulang. Tidak lama kemudian saya ingin ke kamar mandi (kamar mandinya terletak di luar masing-masing rumah dan ada beberapa tempat yang berjejer). Di saat saya keluar dari kamar mandi, saya berpapasan dengannya. Dia memakai kimono tipis warna biru muda dengan handuk di pundak dan rambut yang diikat agak ke atas sehingga leher jenjangnya terlihat seksi sekali. Sedangkan saya hanya memakai celana pendek tanpa kaos (memang kalau di rumah, saya jarang memakai kaos/baju).

“Malem Tante”, saya sapa dia agar terlihat agak sopan.
“Malem Mas Dio.. kok belum tidur..?” balasnya.
Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya.
“Mas Dio..” katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.
“Ya Tante..?” Jawab saya.
“Eee.. nggak jadi deh..” Jawabnya ragu-ragu.
“Ada yang bisa saya bantu, Tante..? Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya. Wajib baca!


Wow! Kisah Entot Pantat Montok Lonte Julia

Wow! Kisah Entot Pantat Montok Lonte Julia

  Piool.com - Waktu itu, aku berdiri sendirian di depan ekskalator, di lantai 2 Dieng Plaza Malang. Selama di situ, aku hanya bengong sambil melihat orang-orang lewat di depanku. Sampai tiba-tiba ada cewek menghampiriku sambil membawa barang belanjaannya.

Aku lihat kayaknya sedikit lebih tua dariku. Yah.. kutaksir sekitar 30-an deh. Tapi dia cantik sekali, cocok jadi bintang film. Apalagi dengan dandanannya yang natural dan rambutnya yang tergerai indah sedada berwarna merah kecoklatan.., cakep sekali deh! Bodinya seksi banget. Pake tank top warna putih, yang kayaknya kekecilan buat dadanya sehingga terlihatlah putingnya di balik bajunya. Aku terpesona sekali melihatnya, tapi aku takut dia marah.


Tiba-tiba.. dia nepuk pundakku sambil bertanya, “Maaf mas, kalau ‘pasar ikan’ adanya dimana ya..?”
Aku berusaha menutupi kekagetanku dan berusaha menjawab sesantai mungkin,”Ahh.., Mbak ini becanda ya.. disini mana ada yang jual ikan mbak. Adanya ya di pasar besar..”
“Oh, gicu ya Mas ya..” katanya sambil mikir.
Itulah awal pembicaraan kami rupanya dia tadi hanya memancingku aja, sampai akhirnya kenalan dan ngobrol North-South. Namanya Juliet, umur 31 tahun, rumah di Jl. Taman Wilis 1C Malang, mantan gadis sampul yang bersuami seorang pengusaha. Kebetulan suaminya lagi tugas 1 bulan ke Liverpool Inggris, jadi dia jalan-jalan sendirian. Belum punya anak, karena suaminya menderita impoten.

Setelah ngobrol selama 1 jam sambil makan di cafe. Lalu, aku diajaknya ke rumahnya. Dia mengendarai mobil mewahnya BMW Sport 1 pintu.

Setelah sampai di rumahnya yang sangat besar. Padahal aku baru melihatnya dari depan saja.
Setelah di-klakson sama dia, seorang satpam membuka pintu pagar.
Sebelumnya, Mbak Juliet sudah bilang, “Kalau ada pembantu saya, kamu bilang aja saudara dari suamiku, ya..?”

Sambil berakting layaknya bintang sinetron, Mbak Juliet memperkenalkan aku sebagai saudara suaminya pada pembantunya. Dan lalu menyuruhnya untuk masak-masak buat makan malam.
“Ayo masuk Son..? Duduk-duduk saja dulu sebentar di dalem.. ya.. Aku mau ganti baju dulu..” katanya setelah pembantunya pergi ke dapur.
“Eee.. mbak.. kamar kecilnya dimana ya..?”tanyaku.
“Ayo deh, Mbak tunjukin..”katanya sambil menggandeng tanganku.

Sampai akhirnya tiba di kamar mandi.
“Tuh kamar mandinya di sana..” katanya sambil menunjuk ke pintu di ujung kamar.
Aku langsung ke sana, dan ketika mau menutup pintu, Mbak Juliet tiba-tiba menahan pintu dari luar kamar mandi sambil berkata dengan genit, “Jangan lama-lama ya Son..!” Terus ditutup deh pintunya sama dia. Lanjut baca!


Cerita Sex Teori konspirasi 3 – Sang dalang

Cerita Sex Teori konspirasi 3 – Sang dalang

 Tradingan.com - Markas Polisi Pusat, Jalan Tanah Abang 13

Dua minggu lewat sudah setelah kasus pencurian berlian Kohinoor dari museum nasional. Inspektur polisi yang baru, kolonel Budi, nampak berada di kantornya yang baru. Koran dan majalah menumpuk di atas mejanya. Semuanya memiliki berita utama yang berkaitan dengan pencurian berlian Kohinoor.

Kompas: Pencuri berlian Kohinoor ditemukan tewas


“M, petugas kafetaria museum nasional, yang menghilang dan buron sejak terjadinya pencurian berlian Kohinoor ditemukan tewas terbunuh di sebuah kamar hotel berbintang. Di dalam pipa toilet kamar mandi, ditemukan dokumen dalam keadaan rusak berat. Berkat keahlian pihak kepolisian, dokumen tersebut bisa diidentifikasikan sebagai tiket pesawat menuju ke sebuah negara di daerah segitiga emas, paspor, dan surat-surat keterangan perjalanan. Diduga pencuri berlian yang naas itu dibunuh oleh teman atau atasannya sendiri yang kemudian mengambil berlian milik raja Nepal tersebut. Bersamanya juga ditemukan tewas seorang gadis yang diduga adalah perempuan panggilan kelas tinggi. Peluru-peluru yang menewaskan keduanya berasal dari senjata laras pendek yang biasa dijumpai di pasar gelap..”

Suara Pembaruan: Tragedi Brigadir Jenderal Purnawirawan Ahmad
“Sejak meninggalnya istri yang dicintainya dua tahun lalu, Kolonel kemudian Brigadir Jenderal Purnawirawan Ahmad selalu berada dalam situasi yang menyulitkan. Inspektur polisi yang terkenal jujur ini sudah lama berangan-angan memberantas praktek gelap mafia di negara ini. Belum usai dengan tugasnya, posisinya kembali terancam bahkan akhirnya terguling dengan skandal pencurian berlian Kohinoor dua minggu yang lalu. Jenderal purnawirawan Ahmad diberitakan meninggalkan ibu kota untuk mengunjungi satu-satunya puteranya yang bertugas sebagai dokter di sebuah desa kecil di Timor Barat. Selanjutnya, beliau merencanakan untuk menikmati masa pensiunnya di tempat yang jauh. Jauh dari semuanya yang mengingatkannya ke tragedi beruntun yang dialaminya..”

Pikiran Rakyat: Di mana berlian Kohinoor sekarang?
“Meskipun buron utama pencurian berlian Kohinoor telah ditemukan tewas, berlian yang konon berharga lebih dari empat ratus pesawat jumbo jet itu masih belum ditemukan. Ada banyak spekulasi yang mengatakan tentang adanya keterlibatan kelompok mafia yang berasal dari dalam negeri. Namun spekulasi lain mengatakan bahwa sebenarnya konspirasi pihak mafia internasional yang mendalangi semuanya ini. Jika benar demikian, pantas untuk dikhawatirkan bahwa berlian Kohinoor sudah tidak berada di negara ini lagi, mengingat bahwa transportasi laut antar perbatasan praktis tak lagi terkontrol. Sebuah sumber mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang menjalin kemungkinan kerja sama kepolisian atau bahkan militer dengan negara-negara lain di asia tenggara guna memperoleh kembali berlian tersebut..”



Pos Kota: Tewas setelah mendapat kenikmatan sekali seumur hidup
“M, penjaga kafetaria museum nasional, buron utama pencurian berlian Kohinoor ditemukan tewas di sebuah kamar hotel mewah di ibu kota. Badannya ditemukan menelungkup di atas badan mahasiswi cantik berbadan tinggi montok serta putih mulus. Keduanya tewas dalam keadaan telanjang setelah selesai melakukan hubungan intim. Ini dibuktikan oleh visum dokter rumah sakit tentara yang menemukan cairan mani yang masih segar di dalam tubuh mahasiswi tersebut. Seperti diberitakan oleh pihak kepolisian, keduanya tewas oleh lima buah peluru yang ditembakkan dari jarak dekat. Sebuah sumber menspekulasikan bahwa pembunuh berdarah dingin tersebut sempat menonton permainan ranjang temannya sampai selesai. Diberinya temannya kesempatan guna mendapat kenikmatan sekali seumur hidup sebelum akhirnya nyawanya dihabisi. Tidak ‘terlalu’ jahat rupanya..” Lanjut baca!


Cerita Dewasa Teori konspirasi 2 – Para pion

Cerita Dewasa Teori konspirasi 2 – Para pion

 Aopok.com - Markas Kelompok Mafia Naga Hijau

“Benar-benar goblok kamu!”, maki seseorang berbadan gendut.
Siapa lagi kalau bukan A Hong, konglomerat kaya sekaligus bos mafia Naga Hijau tingkat nasional. Obat bius, perek, dan judi, semua dikuasainya. Tangan kanannya memegang sebuah rotan panjang.
“Ampun Bos”, teriak seorang pria yang terduduk di lantai ketakutan.
Pria tersebut adalah pria yang mengenakan sepatu lars tadi. Kedua tangan dan lengannya membiru memar bekas pukulan. Dari hidungnya menetes darah segar.
“Bukan salah saya, Bos”, katanya kesakitan.


“Sudahlah Bos”, kata seorang pria yang lain.
Pak Tom panggilannya. Dia adalah si sopir mobil merah metalik.
“Ini adalah konspirasi tingkat tinggi”, katanya membela temannya.
“Maksudmu, si bangsat jenderal pensiunan itu?”, tukas si Bos dengan nada tinggi.
“Siapa lagi Bos, kalau bukan dia?”, jawab si sopir sambil menolong temannya berdiri.
“Ada satu orang lagi”, kata seorang pria tua yang berdiri di sudut.
“Teratai Biru”, jawab si engkong kalem.
“Aku barusaja dapet info, itu tuh dari temenmu si polisi. Ini mafia dari daerah segitiga emas yang terkenal dengan transaksi gelap barang-barang berharga”, katanya sambil menghisap cerutu mahal buatan Kuba.
“Ini memang spesialisasi mereka”, tambahnya lagi.

“Begini teoriku..”, katanya lagi sambil berdiri.
“Si jenderal nyuruh seseorang buat ngambil berlian waktu alarm udah mati. Itu waktu Bejo ada di kamar mandi”, katanya sambil melotot ke arah pria bersepatu lars bernama Bejo yang nampak bersalah.
“Naa, Teratai Biru juga punya orang suruhan yang nunggu Bejo di luar. Ndak dapet juga dia, soalnya kan Bejo ndak punya berliannya. Si maling yang beneran, masih nunggu dalem gedung dan baru keluar setelah semuanya aman”

Semua orang yang ada di ruangan itu benar-benar kagum dengan ketajaman otak si engkong yang telah berumur sembilan puluh tahun itu.
“Mungkin juga bisa kebalik skenarionya”, jelasnya lagi.
“Orangnya Teratai Biru yang ngambil, satunya lagi orangnya jenderal. Pokoknya ini permainan segitiga. Aku ndak bisa lihat siapa lagi yang berani dan mampu ikut-ikutan selain kelompok kita, jenderal, dan Teratai Biru. Ini pencurian tingkat tinggi. Liat, koneksinya ke pihak kepolisian. Belum lagi resikonya. Lagian, liat itu timingnya, gimana mereka bisa tahu? Yang jelas, kita sudah berada di pihak yang kalah”, katanya sambil melemparkan sisa cerutunya ke lantai.



“Terus kita harus gimana Kong”, tanya si Bos.
“Ada dua hal”, kata si engkong tegas.
“Periksa semua jalur telepon dan sistem telekom punya kita. Aku pengin tau apa ada yang menyadap. Aku percaya orang-orang kita semua setia. Kecuali kalo ada yang mulai berani macam-macam”, katanya pasti.
“Kedua, telepon cepat itu polisi, bilang aja apa adanya. Kita atur rencana selanjutnya nanti saja”, kata sang godfather tegas.
“Baik Kong”, jawab A Hong dan segera keluar dari ruangan.
Si engkong duduk di kursi sambil mengambil dan menyalakan sebuah cerutu yang baru. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik